Minggu, 31 Januari 2010

bayalangu era tahun 2010


di tahun 2010 bayalangu telah mengalami revolusi yang cukup significant,hal ini di lihat dari beberapa perubahan di struktur masyarakat yang sudah meninggalkan keramah tamaan yang di miliki masyarakat bayalangu masa silam.
Generasi baru masyarakat bayalangu sekarang lebih mengedepankan pikiran-pikiran yang sudah terwesternisasi ala kbarat-baratan,gaya hidup yang jauh dari nilai-nilai islami,terutama di blok - blok yang bisa di bilang tidak tersentuh oleh para ulama ataupun para kiayi,selain para kiayi dan ulamanya yang sekarang lebih cenderung milih "DUIT" ketimbang untuk menyebarkan nilai islam yang dulu sempet jaya .
Sikap Arogan dan menguasai dari para ulama dan juga umaroh di bayalangu menjadikan kaum awam bayalangu terutama kawula muda bayalangu tidak sedikit yang merasa di kencingi oleh fatwa-fatwa mereka yang kadang-kadang tidak mencerminkan suri tauladan sebagai seorang Kholifah,lihat hasilnya bisa kita rasakan sekarang banyak bermunculan kemaksiatan di lingkungan yang notabene adalah sarang para kiayi dan ulama memanjatkan do,a untuk keselamatan pribadi bukanya "Rahmatan lil Alamin".
Sholat,zakat puasa dan pengajian yang sering di dengung-dengungkan di masjid dan musholla hanya rutinitas belaka tidak perna menghasilkan sesuatu yang hakiki dan meninggalkan bekas .
Sebagai contoh kecil, dulu gak ada yang namanya meja Billyard di tengah - tengah pemukiman warga sekarang lebih dari 10 tempat kemana mata memandang sekeliling hanya tempat perjudian,apalagi miras dan narkoba sudah menjadi pemandangan kita sehari - hari ,yang lebih menyakitkan lagi adalah mereka masih berusia Belia yang seharusnya belajar di dalam rumah dan mengaji di musholla ketika adzan magrib berkumandang.
Inil adalah sekelumit cerita yang sebenarnya tejadi di desa bayalangu tercinta,masih banyak lagi cerita - cerita miring yang belum penulis ceritakan ,mungkin keterbatasan dan ketidak tahuan penulis .

Tidak ada komentar: